Laman

Sabtu, 29 September 2012

RAPBN TAHUN 2013

Sebelumnya, saya telah mengulas beberapa informasi mengenai APBN khususnya di tahun 2012. Kali ini saya akan, menyampaikan RAPBN tahun 2013. Data informasi mengenai RAPBN tahun 2013, saya peroleh dari dirjen perbendaharaan Indonesia. ( anggaran.depkeu.go.id )

Dari informasi yang saya unduh, terdapat beberapa hal yang saya dapatkan. Bahwa :
Pada tahun 2013 dianggarkan pendapatan akan meningkat menjadi Rp 1.507,7 trilyun. Yang mana sebelumnya di tahun 2012 hanya sebesar Rp 1.358,2 Trilyun.

Penerimaan dari perpajakan, masih berkontribusi terbesar untuk perolehan pendapatan negara, yakni sebesar Rp 1.178,9 Trilyun.

Selan pendapatan yang mengalami peningkatan, anggaran untuk biaya juga meningkat. Yang tadinya hanya Rp 1.548,3 Trilyun menjadi Rp 1.657,9 Trilyun. Anggaran belanja untuk pemerintah pusat paling banyak. baik yang untuk belanja kementerian atau pon non kementerian. Dengan total Rp 1.139,0 Trilyun. Hampir 68% total anggaran belanja digunakan untuk belanja tersebut.

Sehingga, di tahun 2013, pemerintah Indonesia sepertinya tetap akan menghadapi kondisi defisit. yakni sebesar Rp 150,2 Trilyun.

Untuk menutup defisit tersebut, terdapat anggaran pembiayaan, yaitu sebesar Rp 150,2 Trilyun. hal ini untuk menutup desifit yang terjadi.

Demikian, gambaran ringkas RAPBN 2013. Untuk selengkapnya, unduh saja file tersebut KLIK HERE >> RAPBN 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sabtu, 29 September 2012

RAPBN TAHUN 2013

Sebelumnya, saya telah mengulas beberapa informasi mengenai APBN khususnya di tahun 2012. Kali ini saya akan, menyampaikan RAPBN tahun 2013. Data informasi mengenai RAPBN tahun 2013, saya peroleh dari dirjen perbendaharaan Indonesia. ( anggaran.depkeu.go.id )

Dari informasi yang saya unduh, terdapat beberapa hal yang saya dapatkan. Bahwa :
Pada tahun 2013 dianggarkan pendapatan akan meningkat menjadi Rp 1.507,7 trilyun. Yang mana sebelumnya di tahun 2012 hanya sebesar Rp 1.358,2 Trilyun.

Penerimaan dari perpajakan, masih berkontribusi terbesar untuk perolehan pendapatan negara, yakni sebesar Rp 1.178,9 Trilyun.

Selan pendapatan yang mengalami peningkatan, anggaran untuk biaya juga meningkat. Yang tadinya hanya Rp 1.548,3 Trilyun menjadi Rp 1.657,9 Trilyun. Anggaran belanja untuk pemerintah pusat paling banyak. baik yang untuk belanja kementerian atau pon non kementerian. Dengan total Rp 1.139,0 Trilyun. Hampir 68% total anggaran belanja digunakan untuk belanja tersebut.

Sehingga, di tahun 2013, pemerintah Indonesia sepertinya tetap akan menghadapi kondisi defisit. yakni sebesar Rp 150,2 Trilyun.

Untuk menutup defisit tersebut, terdapat anggaran pembiayaan, yaitu sebesar Rp 150,2 Trilyun. hal ini untuk menutup desifit yang terjadi.

Demikian, gambaran ringkas RAPBN 2013. Untuk selengkapnya, unduh saja file tersebut KLIK HERE >> RAPBN 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar